Monday, September 5, 2011

Stochastic Oscillator

Stochastic oscilator adalah salah satu indikator teknikal yang dapat digunakan untuk mengukur apakah suatu saham sudah overbought (jenuh beli) atau oversell (jenuh jual). Stochastic oscilator memiliki range nilai dari 0% sampai 100% .




Suatu saham dikatakan overbought (jenuh beli) ketika stochastic oscilator berada pada angka 80% keatas. Ketika saham tersebut dalam kondisi overbought, diprediksikan akan turun harganya.


Suatu saham dikatakan oversell (jenuh jual) ketika stochastic oscilator berada pada angka 30% kebawah. Ketika saham tersebut dalam kondisi oversell, maka saham tersebut diprediksikan akan naik harganya.


Rumus dari Stochastic Oscilator adalah :


%K = (Current Close - Lowest Low)/(Highest High - Lowest Low) * 100%
D = 3-day SMA of %K


Dari rumus tersebut dapat dilihat bahwa Stochastic Oscilator mengukur posisi harga penutupan pada saat ini dengan harga tertinggi dengan harga terendah.


Ada baiknya jika Stochastic Oscilator dipadukan dengan MACD untuk menentukan sinyal jual ataupun beli. Saya lebih suka menggunakan slow stochastic dibandingkan fast, karena lebih mudah dibaca dan tidak terlalu fluktuatif, sehingga tidak memberikan interpretasi yang salah.


Idealnya, kita membeli ketika Stochastic Oscilator berada pada angka 30% kebawah, dan jual ketika angkanya berada pada 80%. Namun hati-hati karena terkadang indikator ini memberikan sinyal yang salah.


Download Indikator Teknikal Stochastic Oscilator disini :


Download




referensi : chartschool.com

No comments:

Post a Comment