Rumus moving average adalah :
( Harga 1 + Harga 2 + .... + Harga n ) / jumlah data
Jumlah data yang digunakan bisa bervariasi, bisa sedikit untuk menganalisis secara jangka pendek, bisa banyak untuk menganalisis jangka panjang. Berikut adalah grafik harian dari moving average dengan jumlah data sebanyak 21 hari.
Harga saham diprediksi akan turun ketika :
- grafik moving average memotong grafik harga saham dan;
- grafik moving averagenya berada diatas grafik harga.
Harga saham diprediksikan akan naik ketika :
- grafik moving average memotong grafik harga saham dan;
- grafik moving averagenya berada dibawah grafik harga.
Kita juga dapat memadukannya dengan grafik moving average dengan data historis yang lebih banyak, misalnya 50 hari.
(keterangan : grafik berwarna oranye adalah grafik moving average 50 hari)
Menggabungkan moving average jangka pendek dengan jangka panjang seperti diatas dapat dilakukan untuk lebih meyakinkan bahwa harga memang sedang terlalu tinggi atau sedang terlalu rendah.
Harga saham diprediksi akan turun ketika :
- Grafik moving average jangka pendek dengan jangka panjang berpotongan dan;
- Grafik moving average jangka panjang berada diatas grafik jangka pendek
Harga saham diprediksi akan naik ketika :
- Grafik moving average jangka pendek dengan jangka panjang berpotongan dan;
- Grafik moving average jangka panjang berada dibawah grafik jangka pendek
Kelemahan dari menggabungkan dua grafik moving average ini adalah memberi sinyal jual/beli yang terlambat.


No comments:
Post a Comment