dapat dilihat dari grafik bahwa terdapat penurunan yang signifikan pada harga saham BORN sejak laporan keuangan tersebut dipublikasikan pada 31 oktober 2011. Menurut analisis kami, hal ini disebabkan oleh :
- Menurunnya Earning per share (EPS) kuartal 3 2011 terhadap kuartal 3 2010 dari 206 menjadi 75. Hal ini disebabkan karena adanya penjualan saham tambahan sehingga jumlah saham beredar meningkat dari 1.270.000.000 lembar saham menjadi 17.693.000.000
- Adanya kontijensi yang dilaporkan perusahaan mengenai :
- resiko tuntuan hukum dari PT Asiamindo Nusa Mineral terhadap dua anak perusahaan BORN, yaitu PT Asmin Koalindo Tuhup dan PT Borneo Mining Services. Namun, pihak manajemen meyakini hal ini tidak akan berpengaruh karena tuntutannya tidak berdasar
- Adanya perubahan perundang-undangan dibidang pertambangan.
selain itu, saham BORN merupakan saham yang paling banyak dilepas oleh asing pada tanggal 7 november 2011
untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak BORN berencana untuk buy back saham sebanyak 5% untuk meningkatkan harga sahamnya. (selengkapnya lihat http://finance.detik.com/read/2011/11/07/162903/1762162/6/stabilkan-harga-born-buyback-5-saham-publik)
Kesimpulan
bedasarkan analisis tersebut kami memperkirakan untuk beberapa hari kedepan, harga saham BORN akan naik, namun untuk jangka yang lebih panjang seperti 2 mingguan, kami memperkirakan harga sahamnya menurun.

No comments:
Post a Comment