MACD (Moving Average Convergence Divergence) adalah indikator teknikal yang berbasiskan moving average.
Berikut adalah tampilannya :
MACD memberikan sinyal beli ketika :
- Grafik MACD (oranye) memotong grafik MA (biru) dan;
- Grafik MACD berada diatas grafik MA
MACD memberikan sinyal jual ketika :
- Grafik MACD (oranye) memotong grafik MA (biru) dan;
- Grafik MACD berada dibawah grafik MA
-
Berikut adalah rumus dari MACD :
MACD: (12-day EMA - 26-day EMA)Signal Line: 9-day EMA of MACDMACD Histogram: MACD - Signal Line
Indikator teknikal ini dikategorikan sebagai lagging indicator, yaitu indikator yang memberikan sinyal jual atau beli setelah sinyal jual atau beli yang sesungguhnya telah terjadi. Kelemahannya, tentu saja profit yang didapat menjadi lebih sedikit jika dibandingkan menggunakan leading indicator seperti stochastic oscilator.
Kelebihannya, MACD memberikan sinyal yang lebih akurat dibandingkan leading indicator. MACD memastikan bahwa harga memang sedang uptrend atau downtrend. Sinyal MACD lebih stabil dibandingkan sinyal yang dihasilkan oleh leading indicator.
Dapat dilihat di grafik diatas bahwa jika kita berdasarkan sinyal stochastic oscilator maka profit yang didapat :
( Jual – beli ) x 500
(250 – 197 ) x 500 = profit Rp. 26,500 per lot nya
Jika menggunakan MACD, maka profit yang didapat :
( Jual – Beli ) x 500
(250 – 220 ) x 500 = profit Rp. 15,000 per lot nya.
Namun demikian jika kita lihat, ketika tren harga masih naik, stochastic oscilator justru sudah memberikan sinyal jual. Itulah keunggulan dari lagging indicator.
MACD dapat memberikan sinyal yang lebih cepat dengan melihat bar-bar histogramnya.
Sinyal beli diberikan ketika bar-bar tersebut membentuk lembah terdalamnya. Sinyal jual diberikan ketika bar-bar tersebut membentuk puncak bukit.




No comments:
Post a Comment